Banyuwangi, 28 November 2025 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diimplementasikan secara optimal di wilayah Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari Sertu Hermanto, Babinsa Koramil 0825/02 Giri, sebagai bentuk pengawasan dan dukungan TNI dalam memastikan kelancaran serta ketepatan sasaran program pangan bergizi untuk pelajar.
Pendampingan Babinsa bertujuan memastikan seluruh proses mulai dari persiapan, pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian berjalan sesuai prosedur, aman, higienis dan tepat waktu. Kehadiran aparat kewilayahan juga merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
2007 Pelajar Menerima Manfaat Program MBG
Program MBG wilayah Penataban dikelola oleh SPPG Banyuwangi Giri Penataban, dengan Riska Ayu Wulandari bertindak sebagai Kepala Dapur dan penanggung jawab pelaksanaan teknis. Pada pelaksanaan tanggal 28 November 2025, program ini berhasil menjangkau 2007 siswa dari berbagai lembaga pendidikan.
Rinciannya sebagai berikut:
1. Madrasah Ibtidaiyah (MI)
-
MI Darul Huda — 167 siswa
2. Madrasah Tsanawiyah (MTs)
-
MTsN 1 Banyuwangi — 1.110 siswa
-
MTsS Darul Huda — 93 siswa
3. Madrasah Aliyah / SMA
-
MA Darul Huda — 43 siswa
4. Sekolah Negeri & Swasta
-
SDN Penataban — 82 siswa
-
TK Khodijah 5 — 65 siswa
-
SMK PGRI 2 Giri — 447 siswa
Dengan cakupan peserta yang luas, program MBG di wilayah Penataban menjadi salah satu kegiatan pemberian makanan bergizi terbesar yang dilaksanakan pada hari tersebut di Kecamatan Giri.
Proses Persiapan dan Produksi Bahan Makanan
Seluruh proses kegiatan dapur besar MBG dilakukan secara bertahap dan melibatkan tenaga kerja terlatih. Pengawasan kualitas dilakukan sejak bahan masuk hingga makanan tersaji dalam bentuk porsi siap distribusi.
Kamis, 27 November 2025
-
13.00–14.00 WIB — Penerimaan bahan makanan
-
14.00–22.00 WIB — Pembersihan dan persiapan awal (6 karyawan)
Jumat, 28 November 2025
-
00.00–03.00 WIB — Pengolahan bahan tahap pertama (8 karyawan)
-
03.00–05.00 WIB — Pengolahan lanjutan (8 karyawan)
-
05.00–09.00 WIB — Pemorsian, pengecekan, dan pengemasan (9 karyawan)
-
09.00–12.00 WIB — Distribusi gelombang pertama dan kedua (3 orang per gelombang)
-
14.00–22.00 WIB — Pencucian peralatan dan sterilisasi dapur (10 karyawan)
Proses tersebut telah mengikuti standar operasional dan panduan kebersihan makanan, termasuk kontrol dari ahli gizi di wilayah untuk memastikan jumlah asupan sesuai kebutuhan anak sekolah.
Menu Makan Bergizi untuk Siswa
Setiap porsi makanan disusun berdasarkan kebutuhan energi harian anak-anak usia sekolah, dengan komposisi karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran dan buah, yaitu:
-
Nasi putih
-
Telur dadar
-
Tahu goreng
-
Sayur wortel & bayam dengan kuah bening
-
Buah anggur merah
Menu ini dipastikan memenuhi kebutuhan gizi dasar serta memberikan energi yang cukup untuk menunjang aktivitas belajar para siswa.
Pendistribusian Bertahap dan Tepat Waktu
Agar proses pembagian makanan lebih tertib dan menghindari penumpukan di satu lokasi, pendistribusian dilakukan dalam tiga gelombang:
Gelombang I — 08.00 WIB
-
SDN Penataban
Gelombang II — 09.00–09.30 WIB
-
TK Khodijah 5
-
MI Darul Huda
-
MTsS Darul Huda
-
MA Darul Huda
Gelombang III — 10.00–11.30 WIB
-
MTsN 1 Banyuwangi
-
SMK PGRI 2 Giri Banyuwangi
Distribusi berjalan tertib dan tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Setiap sekolah menerima makanan sesuai jumlah kuota penerima manfaat.
Kegiatan Lancar, Teratur, dan Sesuai Arahan Ahli Gizi
Berdasarkan laporan di lapangan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sesuai prosedur. Pengaturan ritme produksi hingga distribusi berhasil dilaksanakan tanpa hambatan yang signifikan. Para petugas dapur dan pendistribusi bekerja secara terkoordinasi untuk menjaga kualitas makanan.
Program ini juga dinilai efektif dalam membantu pemenuhan gizi harian anak-anak, mendukung kesehatan, serta meningkatkan konsentrasi belajar. Dengan pendampingan TNI, seluruh kegiatan dapat berada dalam pengawasan yang profesional dan memastikan tidak ada kesalahan dalam pendistribusian. (S.IM02)
